Menu
contoh backlink

15 Contoh Backlink Berkualitas, Cukup, dan Jelek

sandi 2 weeks ago 0

Mengetahui contoh backlink adalah indikator untuk menilai bagaimana kualitas backlink website Anda.

Secara garis besar, backlink dibagi menjadi tiga (3); excellent (berkualitas), good (cukup), dan ugly (jelek).

Sedangkan berdasarkan jenis rel, ada backlink dofollow (rel=”dofollow”), backlink nofollow (rel=”nofollow”), backlink sponsor (rel=“sponsored”), dan backlink pengguna (rel=”ugc”).

Cara membuat backlink yang bagus dengan menyertakan jenis rel. Misalnya, website forum yang diisi oleh banyak pengguna, di mana masing-masing pengguna dapat mengunggah postingan.

Backlink untuk artikel pengguna tersebut sebaiknya memasukkan rel UGC, agar mesin pencari tahu website forum tersebut memiliki anggota/pengguna aktif menulis.

Salah satu yang tidak terlepaskan dari backlink adalah anchor. Ya, anchor text adalah kata atau kalimat yang berisi tautan mengarah ke penjelasan lebih rinci baik di dalam maupun luar website tersebut.

Supaya lebih clear dan jelas, pada kesempatan kali ini kami akan memberi contoh backlink berkualitas, cukup, dan jelek.

Contoh Backlink Berkualitas

Backlink berkualitas adalah tautan balik yang memberi semua manfaat kepada website penerima. Beberapa manfaat backlink tersebut seperti; meningkatkan otoritas domain dan halaman, memiliki reputasi di mata mesin pencari, mendapat peringkat tinggi, memudahkan pengguna/visitor, dan sebagainya.

Lantas, apa saja contohnya?

1. Backlink Local Business

Seperti Google My Business, Yellow Pages, Yelp, dan penyedia daftar local directory lainnya. Ini adalah langkah paling awal untuk menunjukkan visibilitas online dan eksistensi website Anda.

2. Backlink Specific Business

Tingkat lebih lanjut untuk memberi tahu mesin pencari pada bidang apa perusahaan Anda berjalan, contohnya B2B Marketing Net.

3. Backlink Hubungan

Contohnya, toko alat pancing yang mendapat backlink dari pemasok bahan baku, mitra perusahaan, atau ulasan konsumen yang memiliki website.

4. Guest Post Backlink

Ternyata, menulis artikel di website orang lain dan memasang tautan balik ke website Anda, masuk kategori yang sangat berkualitas. Cek mana saja yang membuka guest post di daftar backlink gratis ini.

5. Press Release

Mesin pencari menganggap website berita (news) sebagai website yang dapat dipercaya dengan otoritas tinggi. Backlink dari sana tersebut akan meningkatkan reputasi website Anda secara signifikan.

6. Sponsored Backlink

Contohnya, Anda adalah webmaster untuk situs nirlaba, seperti donasi anak yatim. Sebuah kampus mengadakan workshop, dan Anda menjadi salah satu pendukung atau donaturnya. Sewaktu kampus menulis artikel acara singkat, di sanalah website nirlaba Anda memperoleh backlink yang berkualitas.

7. EDU Backlink

Contoh backlink ini berasal dari website dari instansi pendidikan secara umum, seperti ekstensi .sch, .ac, atau .edu. Semua ekstensi pendidikan tersebut masuk dalam kategori backlink EDU.

8. GOV Backlink

Suatu website yang mendapat ulasan positif atau menjalin kerja sama dengan website pemerintah, akan mendapat peningkatan otoritas yang luar biasa. Google percaya dengan website pemerintah, namun sayangnya kepercayaan Google banyak dikhianati. Misalnya di beberapa negara, seperti Konoha, website pemerintah justru mempromosikan judol.

9. Backlink PBN

Private Blog Network (PBN) yang aktif menulis artikel. Ini juga masuk kategori backlink berkualitas, tetapi dengan catatan website tersebut tidak banyak menyumbang link.

10. Otoritas Backlink

Backlink yang memiliki otoritas lebih tinggi dari website Anda. Misalnya, Wikipedia, WordPress, Blogger, Semrush, Ahrefs, dan sebagainya.

Contoh Backlink Cukup

Selanjutnya adalah backlink yang berkualitas cukup, tidak terlalu powerful namun juga tidak buruk-buruk amat. Intinya cukup, dan masih memberi manfaat backlink yang positif.

1. Backlink Profile

Backlink profile adalah wajib untuk website/blog pribadi maupun perusahaan. Meningkatkan visibilitas online dan merupakan langkah preventif supaya tidak masuk Google Sandbox.

2. Backlink Dofollow dan Nofollow

Backlink dofollow adalah yang terbaik, namun nofollow tetap Anda butuhkan. Keduanya mesti seimbang dengan porsi masing-masing, misalnya dofollow 70% dan nofollow 30%. Dalam hal ini penting untuk memahami apa saja perbedaan backlink dofollow dan nofollow terlebih dahulu.

3. Social Media Backlink

Sosial media seperti: Facebook, Twitter, Pinterest, Youtube, AboutMe, Tumblr, dan ratusan yang lain tetap penting. Sebagai social signal yang efektif meningkatkan eksistensi website Anda di ranah online.

Contoh Backlink Jelek

Terakhir, merupakan backlink kategori jelek/buruk. Alih-alih memberi manfaat, justru menjerumuskan website Anda ke peringkat paling terakhir, atau malah membuat website Anda hilang di mesin pencari.

1. Spam Backlink

Adalah backlink yang Anda peroleh dari website dengan nilai Spam Score (SS) tinggi. Misalnya, Anda mendapat backlink dari website dengan SS 50%, maka harus segera melakukan disavow!

Contoh lainnya, Anda mendaftar akun di website forum, kemudian spam komentar dengan tautan aktif.

2. Backlink Blacklist

Selanjutnya adalah backlink yang berasal dari website yang masuk kategori blacklist Google. Bahaya! Bisa-bisa website Anda hilang dari peradaban.

Tips Dasar Memilih Backlink Berkualitas

Sebagai standar acuan paling dasar, Anda dapat mempertimbangkan website dengan kualitas sebagai berikut untuk backlink terbaik.

  1. Memiliki otoritas (DA/PA) di atas website Anda.
  2. Spam score website tidak lebih dari 5%.
  3. Website aktif atau rutin mengunggah artikel organik dan unique.
  4. Salah satu kategori dari website: berita, EDU, GOV, atau PBN.
  5. Social signal dengan backlink media sosial dan platform terbuka.
  6. Menggunakan rel dofollow.
  7. Website memiliki organic traffic tinggi.

Terlepas dari seberapa berkualitasnya backlink, Anda pun juga perlu membuat rumah yang indah. Backlink adalah undangan, kalau website Anda tidak berkualitas, maka visitor yang datang akan kuciwo.

Dengan kata lain, membangun contoh backlink website berkualitas di atas, harus Anda barengi dengan peningkatan kualitas website Anda sendiri. Seperti pembahasan artikel lengkap, optimasi UI/UX, kecepatan website, dan sebagainya.

Written By